Tidak Ada yang Terjadi Sendiri

Semua jalur saling bertemu, pada waktunya. Foto: Ilustrasi/ Gurcay Yuruten/ Pexels.

KECELAKAAN kereta di Bekasi Timur yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek meninggalkan duka.
Belasan orang meninggal, puluhan lainnya luka-luka.

Peristiwa itu tidak berdiri sendiri.
Itu bermula dari sesuatu yang terlihat sederhana, sebuah kendaraan yang berhenti di perlintasan.

Yang Terlihat Sepele

Ada hal-hal yang sering kita anggap kecil.

Sebuah keputusan cepat.
Sebuah kelengahan sesaat.
Sebuah kondisi yang terasa masih bisa diatasi.

Baca juga: Tidak Semua Rumah Adalah Rumah

Dalam peristiwa di Bekasi, semuanya berawal dari satu titik itu.
Sebuah taksi yang berada di perlintasan tanpa palang pintu.

Tidak ada yang langsung membayangkan dampaknya.
Tidak ada yang mengira bahwa satu momen itu akan membuka rangkaian yang panjang.

Rantai yang Terhubung

Apa yang terjadi setelahnya tidak lagi sederhana.

Kereta berhenti mendadak.
Rangkaian di belakang tidak punya cukup waktu untuk menghindar.
Dan dalam hitungan detik, semuanya berubah.

Yang awalnya satu kejadian,
menjadi banyak kejadian yang saling bertumpuk.

Baca juga: Ada Harga yang Tak Kita Hitung

Bukan karena satu hal saja.
Tapi, karena semuanya saling terhubung.

Antara Sistem dan Manusia

Kita sering mencari satu penyebab.

Satu kesalahan yang bisa ditunjuk.
Satu pihak yang bisa dijelaskan.

Namun, kenyataannya sering lebih kompleks.

Baca juga: Tidak Semua Tawa Itu Aman

Ada infrastruktur yang belum sepenuhnya aman.
Ada perlintasan tanpa pengamanan memadai.
Ada keputusan manusia yang diambil dalam waktu yang sangat singkat.

Dan di antara semuanya,
tidak ada yang benar-benar berdiri sendiri.

Yang Tidak Pernah Berdiri Sendiri

Mungkin, yang perlu kita pahami bukan hanya tentang apa yang terjadi.

Tapi tentang bagaimana semuanya bisa terjadi.

Bagaimana satu momen kecil bisa menjadi awal dari rangkaian yang panjang.
Bagaimana sesuatu yang terlihat sepele,
ternyata menjadi bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar.

Baca juga: Aksara | Harga Sebuah Kursi

Karena hidup, seperti juga sistem yang kita jalani,
tidak pernah benar-benar terpisah.

Kita mungkin tidak berada di sana.

Tidak melihat langsung.
Tidak mengalami sendiri.

Namun, kita hidup dalam sistem yang sama,
yang setiap bagiannya saling memengaruhi.

Dan mungkin, pertanyaannya bukan lagi tentang siapa yang salah.

Baca juga: Aksara | Ketika Plastik Menjadi Warisan

Tapi tentang bagaimana kita memahami bahwa
tidak ada yang benar-benar kecil,
ketika semuanya bisa saling terhubung.

Jika satu momen saja bisa menjadi awal dari rangkaian panjang,
seberapa banyak yang sebenarnya sedang kita anggap sepele hari ini?

Salam literasi.

  • Aksara adalah rubrik khusus mulamula.id yang hadir setiap akhir pekan untuk menggugah publik agar kembali ke khitah ilmu, yakni membaca, memahami, dan berpikir. Lewat tulisan reflektif, satir, hingga inspiratif, Aksara mengingatkan bahwa peradaban besar tidak lahir dari kecepatan scroll, tapi dari halaman yang dibaca dengan sabar.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Dukung Jurnalisme Kami: https://saweria.co/PTMULAMULAMEDIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *