Kerja ke Luar Negeri, Peluang atau Jalan Terpaksa?

Siswa menjalani praktik otomotif di SMK PUI Jatibarang, Indramayu. Keterampilan kerja menjadi salah satu bekal anak muda yang mencari peluang di dalam maupun luar negeri. Foto: Fadel Ahmad A/ Wikimedia Commons.

GAJI bersih sekitar Rp21 juta per bulan untuk pekerjaan teknisi otomotif ringan di Jepang. Angka itu disebut Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor saat membuka pelatihan vokasi dan program magang di Banyuwangi, Selasa (22/9). Bagi anak muda yang sedang mencari pekerjaan, tawaran seperti ini mudah menarik perhatian. Namun, angka tersebut adalah contoh untuk pekerjaan tertentu, bukan jaminan penghasilan bagi setiap orang yang berangkat.

Sehari setelah acara itu, Afriansyah mengingatkan calon pekerja agar tidak terpikat janji gaji tinggi dan memastikan mereka berangkat melalui jalur resmi. Dua pesannya perlu dibaca bersama. Kesempatan bekerja di luar negeri memang terbuka, tetapi keputusan untuk berangkat menuntut informasi yang jauh lebih lengkap daripada angka gaji di iklan lowongan.

Angka di Balik Pilihan

Mengapa peluang itu terasa mendesak? Pada Mei 2026, Badan Pusat Statistik mencatat tingkat pengangguran terbuka nasional sebesar 4,65 persen. Di balik angka nasional tersebut, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut tingkat pengangguran kelompok usia 15-24 tahun mencapai sekitar 17,4 persen. Keduanya mengukur kelompok yang berbeda; angka 17,4 persen tidak berarti 17,4 persen dari seluruh anak muda Indonesia menganggur.

Baca juga; Magang Dibayar UMR, Benarkah Jadi Pintu Masuk Kerja?

Yassierli menunjukkan persoalan lain. 48 Persen perusahaan di Indonesia mengaku kesulitan mencari tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai. Menurutnya, kesenjangan keterampilan harus dijawab dengan pelatihan yang mengikuti kebutuhan industri. Ia juga menekankan bahwa tantangannya mencakup penciptaan pekerjaan yang layak, bukan hanya menambah jumlah orang yang bekerja.

Keterampilan Belum Bertemu Pekerjaan

Di situlah pertanyaan bagi pencari kerja muda menjadi lebih tajam. Bila perusahaan membutuhkan tenaga dan banyak anak muda belum mendapat pekerjaan, keterampilan apa yang belum bertemu? Dan jika pelatihan menyiapkan mereka untuk pasar kerja, seberapa besar peluang mendapat pekerjaan layak di Indonesia setelah pelatihan selesai?

Baca juga: 17,4 Persen Anak Muda Menganggur, Apa yang Salah?

Pemerintah melihat pasar luar negeri sebagai salah satu jawabannya. Afriansyah mengatakan peserta yang berminat ke Jepang perlu menyiapkan keterampilan dan kemampuan bahasa. Di Banyuwangi, pelatihan yang dibuka mencakup pekerjaan dari pengoperasian mesin hingga perhotelan dan konten digital. Pelatihan, magang, dan penempatan kerja memiliki tujuan serta ketentuan yang berbeda; calon peserta perlu mengetahui program mana yang mereka ikuti sebelum membayar biaya atau menandatangani perjanjian.

Peluang Perlu Jalur Aman

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menyebut pemerintah sedang menyiapkan program SMK Go Global, termasuk pemadanan kebutuhan kerja luar negeri dengan kompetensi calon pekerja dan penguatan sistem informasi penempatan. Dalam pemaparannya pada Juli, ia juga mengakui tantangan kesiapan sistem digital dan fasilitas di daerah. Artinya, janji memperluas akses masih harus dibuktikan lewat informasi lowongan yang jelas, proses yang dapat diperiksa, dan perlindungan ketika pekerja menghadapi masalah.

Baca juga: 732 Ribu Berebut Magang, Sesulit Apa Cari Kerja?

Kerja ke luar negeri bisa menjadi pilihan karier yang baik. Bagi sebagian orang, itu membuka kesempatan belajar, mendapat pengalaman, dan memperoleh penghasilan. Tetapi sebuah pilihan baru benar-benar bebas bila pencari kerja tahu siapa pemberi kerjanya, berapa biaya keberangkatan, apa isi kontraknya, dan ke mana harus meminta bantuan.

Alasan untuk Tetap Tinggal

Pertanyaan yang lebih besar tetap menunggu jawaban di rumah. Saat anak muda Indonesia semakin siap bersaing di luar negeri, apakah pasar kerja di dalam negeri juga siap memberi mereka alasan untuk tinggal? ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *