Selfie Tanda V Kini Disebut Bisa Bocorkan Sidik Jari

Pose tanda V atau peace kini disebut berpotensi mempermudah ekstraksi sidik jari melalui teknologi AI dari foto digital berkualitas tinggi. Foto: Ilustrasi/ Mega DS/ Pexels.

JAKARTA, mulamula.idPose tanda V atau peace selama ini identik dengan gaya santai saat berfoto. Hampir semua orang pernah melakukannya. Mulai dari selfie, foto grup, hingga unggahan media sosial.

Namun di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kebiasaan sederhana itu mulai memunculkan kekhawatiran baru.

Pakar keamanan digital asal China, Li Chang, memperingatkan bahwa sidik jari seseorang berpotensi dicuri hanya dari foto yang diunggah ke internet. Risiko itu muncul ketika jari terlihat jelas dan menghadap langsung ke kamera.

Sidik jari adalah pola unik pada ujung jari manusia yang biasa digunakan sebagai sistem keamanan biometrik. Kini, teknologi AI disebut mampu membaca dan merekonstruksi sebagian pola tersebut hanya dari gambar digital berkualitas tinggi.

Baca juga: Google Masuk Ring Desain AI, Canva Mulai Punya Penantang Baru?

Mengutip Inquirer.net, Li Chang mendemonstrasikan bagaimana AI dapat mengekstrak detail sidik jari dari foto selebritas yang beredar secara daring.

“Jika bantalan jari langsung menghadap kamera dan difoto dari jarak sekitar 1,5 meter dari lensa, ada kemungkinan besar informasi sidik jari dapat diekstrak dengan relatif jelas,” ujarnya.

Ia menyebut foto dari jarak 1,5 hingga 3 meter pun masih memungkinkan sebagian detail sidik jari terlihat.

Bukan Lagi Sekadar Teori

Kekhawatiran soal pencurian sidik jari dari foto ternyata bukan sekadar isu futuristik.

Tahun lalu di Hangzhou, sekelompok pelaku kejahatan dilaporkan mencoba membuka smart lock menggunakan foto tangan pemilik rumah yang sebelumnya diunggah secara online.

Baca juga: AI, Drone, dan Satelit Kini Dipakai Buru Ladang Ganja di Indonesia

Kasus itu langsung memicu perdebatan publik di sejumlah negara Asia Timur seperti China, Japan, dan South Korea. Sebab, pose tangan sudah menjadi bagian dari budaya foto sehari-hari.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa perkembangan AI tidak hanya mengubah cara manusia bekerja dan berkomunikasi, tetapi juga memperluas ancaman terhadap privasi digital.

Semakin tinggi kualitas kamera smartphone dan semakin canggih teknologi pemrosesan gambar, semakin besar pula kemungkinan data biometrik terekspos tanpa disadari.

Foto Tajam Jadi Risiko

Meski begitu, para ahli menilai tidak semua foto otomatis berbahaya.

Direktur Pusat Penelitian Keamanan Industri Qianxin, Pei Zhiyong, mengatakan rekonstruksi sidik jari hanya bisa dilakukan jika beberapa syarat terpenuhi.

Mulai dari pencahayaan yang terang, fokus kamera yang tajam, kualitas gambar tinggi, hingga posisi jari yang terlihat jelas.

Baca juga: 1,7 Juta Pekerja Kena PHK, AI Disebut Jadi Faktor Baru

Artinya, foto blur atau resolusi rendah kemungkinan tidak cukup untuk menghasilkan detail biometrik yang akurat.

Namun, ia tetap meminta publik lebih berhati-hati saat mengunggah foto ke internet.

“Lebih aman untuk tidak terlalu banyak membagikan foto yang menunjukkan jari Anda secara daring dan menghindari menyimpan sidik jari pada perangkat yang tidak sepenuhnya Anda percayai,” kata Zhiyong.

Era Baru Ancaman Digital

Kasus ini juga menunjukkan bagaimana ancaman siber kini berkembang jauh melampaui pencurian password atau akun media sosial.

Data biometrik seperti wajah, retina mata, dan sidik jari mulai menjadi target baru karena sifatnya permanen. Jika password bocor, seseorang masih bisa menggantinya. Tetapi sidik jari tidak bisa diubah.

Di sisi lain, banyak perangkat modern kini menggunakan autentikasi biometrik. Mulai dari smartphone, pintu pintar, aplikasi keuangan, hingga sistem pembayaran digital.

Karena itu, para pakar keamanan mulai mendorong masyarakat lebih sadar terhadap jejak digital visual yang mereka bagikan setiap hari.

Bukan berarti publik harus berhenti berfoto atau takut menggunakan pose tangan. Namun, kesadaran soal keamanan digital kini perlu berkembang mengikuti kemampuan AI yang semakin maju.

Sebab di era internet modern, bahkan pose sederhana pun bisa memiliki konsekuensi yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *