
JAKARTA, mulamula.id – Google sedang mengubah wajah internet. Mesin pencari yang selama ini hanya identik dengan kolom kosong dan daftar link biru kini mulai berevolusi menjadi platform berbasis Artificial Intelligence atau AI yang lebih personal, interaktif, dan bahkan bisa bekerja otomatis untuk penggunanya.
Perubahan ini disebut sebagai transformasi terbesar Google Search dalam 25 tahun terakhir.
Jika dulu orang datang ke Google untuk mencari jawaban, kini Google ingin pengguna datang untuk meminta bantuan menyelesaikan tugas.
Perubahan itu diumumkan langsung oleh Vice President of Search Google, Elizabeth Reid, dalam presentasi terbaru perusahaan. Menurutnya, tujuan dasar Google sebenarnya tidak berubah: membantu orang menemukan jawaban atas apa pun yang mereka pikirkan.
Namun cara orang mencari informasi kini sudah berubah total.
Orang tidak lagi sekadar mengetik dua atau tiga keyword pendek seperti “cuaca Jakarta” atau “film terbaik 2026”. Pengguna mulai bertanya layaknya berbicara dengan manusia.
Dan Google kini mencoba mengikuti pola itu.
Kotak Pencarian Kini “Hidup”
Salah satu perubahan paling mencolok terlihat pada search box Google.
Kotak pencarian yang selama dua dekade hampir tidak berubah kini dibuat lebih dinamis dan berbasis AI. Ukurannya dapat melebar otomatis ketika pengguna mengetik pertanyaan panjang atau kompleks.
Google juga menyisipkan AI suggestions yang jauh lebih cerdas dibanding fitur autocomplete lama.
Search kini bisa memahami konteks, maksud, hingga gaya bahasa pengguna.
Artinya, internet mulai bergerak dari era “keyword” menuju era “percakapan”.
Baca juga: Google Masuk Ring Desain AI, Canva Mulai Punya Penantang Baru?
Perubahan ini penting karena cara kerja mesin pencari selama bertahun-tahun sebenarnya dibangun berdasarkan kata kunci. Kini AI mulai mengubah fondasi itu.
Pengguna bahkan dapat memasukkan gambar, video, file, hingga tab browser Chrome untuk membantu pencarian.
Google tampaknya sadar satu hal, generasi sekarang ingin jawaban instan, tetapi tetap ingin internet terasa terbuka.
Karena itu Google tetap mempertahankan hasil pencarian web tradisional berdampingan dengan jawaban AI.
Mesin Pencari Kini Bisa “Berpikir”
Seluruh sistem baru ini kini ditenagai model AI terbaru Google bernama Gemini 3.5 Flash.
Model ini menjadi otak baru Google Search secara global.
Google mengklaim model tersebut lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari pencarian biasa, coding, hingga AI agents.
AI agents adalah sistem AI yang dapat menjalankan tugas otomatis tanpa harus terus diperintah pengguna.
Di sinilah perubahan Google mulai terasa jauh lebih besar dibanding sekadar upgrade mesin pencari biasa.
Google memperkenalkan fitur Search agents. Pengguna nantinya dapat membuat agen AI khusus yang bekerja di belakang layar selama 24 jam.
Baca juga: Mobil Otonom Kini Bisa Deteksi Kerusakan Sendiri
Contohnya, AI dapat memantau harga apartemen, tiket konser, sneaker langka, atau informasi tertentu secara otomatis.
Ketika ada perubahan sesuai keinginan pengguna, AI akan memberi notifikasi.
Search tidak lagi hanya menjawab pertanyaan.
Search mulai berubah menjadi “pekerja digital”.
AI Bahkan Bisa Menelepon
Google juga mulai mendorong konsep agentic booking.
Lewat fitur ini, AI dapat membantu mencari sekaligus memesan layanan tertentu. Mulai dari salon, pet care, hingga jasa perbaikan rumah.
Dalam beberapa situasi, AI Google bahkan dapat menelepon bisnis lokal secara otomatis atas nama pengguna.
Perubahan ini memperlihatkan arah baru industri AI global.
AI tidak lagi hanya diposisikan sebagai chatbot yang menjawab teks. AI mulai diarahkan menjadi sistem yang benar-benar melakukan pekerjaan.
Baca juga: AI Mulai Baca Cuaca Antariksa, BRIN Siapkan Sistem Peringatan Dini Otomatis
Di saat yang sama, Google juga membawa kemampuan generative UI ke dalam Search.
AI nantinya bisa membuat tampilan visual interaktif secara real-time seperti tabel, dashboard, simulasi, hingga mini app sederhana sesuai kebutuhan pengguna.
Misalnya, seseorang dapat meminta Google membuat fitness tracker personal yang terhubung dengan data cuaca, lokasi olahraga, dan review tempat gym terdekat.
Search kini mulai bergerak dari mesin pencari menjadi platform kerja berbasis AI.
Gmail dan Foto Kini Terhubung
Google juga memperluas fitur Personal Intelligence ke hampir 200 negara dan 98 bahasa.
Lewat fitur ini, Search dapat terhubung dengan Gmail, Google Photos, dan nantinya Google Calendar.
Pengguna bisa bertanya soal jadwal penerbangan, reservasi restoran, atau mencari foto tertentu tanpa harus membuka aplikasi satu per satu.
AI akan memahami konteks personal pengguna untuk memberi jawaban lebih relevan.
Baca juga: AI, Drone, dan Satelit Kini Dipakai Buru Ladang Ganja di Indonesia
Meski begitu, Google menegaskan kontrol tetap berada di tangan pengguna.
Privasi menjadi isu penting karena semakin banyak data pribadi yang kini terhubung langsung dengan AI.
Google menyebut seluruh fitur dirancang dengan prinsip transparansi dan kontrol pengguna.
Internet Sedang Memasuki Fase Baru
Perubahan Google ini sebenarnya memperlihatkan sesuatu yang lebih besar.
Mesin pencari klasik perlahan mulai berubah menjadi AI assistant.
Persaingan tidak lagi hanya soal siapa memiliki indeks website terbesar. Tetapi siapa yang paling mampu memahami pengguna dan membantu menyelesaikan tugas sehari-hari.
Dalam beberapa tahun ke depan, cara orang mencari informasi kemungkinan tidak lagi sama.
Generasi baru mungkin tidak lagi “searching”.
Mereka akan “berbicara” dengan internet. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.