Jelang Armuzna, Energi Jemaah Jadi Taruhan Utama

Jemaah haji Indonesia mulai diminta mengurangi aktivitas fisik dan menjaga stamina jelang puncak ibadah haji di Armuzna. Foto: Fahad Puthawala/ Pexels.

JAKARTA, mulamula.id Fase paling menguras tenaga dalam ibadah haji mulai mendekat. Pemerintah kini meminta jemaah Indonesia tidak lagi terlalu aktif beraktivitas di luar hotel dan mulai fokus menjaga stamina menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.

Imbauan itu muncul ketika suhu panas di Arab Saudi masih tinggi dan pergerakan jutaan jemaah dari berbagai negara mulai semakin padat.

Kementerian Haji dan Umrah menilai kesiapan fisik menjadi salah satu faktor paling menentukan agar jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan aman dan lancar.

Baca juga: Makkah Memanas, Suhu 42 Derajat Mulai Uji Jemaah Haji

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, mengatakan jemaah perlu mulai menghemat energi sejak sekarang. Aktivitas fisik yang tidak mendesak sebaiknya dikurangi agar kondisi tubuh tetap stabil saat memasuki fase Armuzna.

“Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik,” ujar Maria dalam keterangan di Jakarta, Kamis (14/5).

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Armuzna dikenal sebagai fase paling berat dalam penyelenggaraan haji karena melibatkan perpindahan massal jemaah dalam waktu singkat, suhu ekstrem, serta aktivitas ibadah yang padat.

Pergerakan Jemaah Meningkat

Hingga hari ke-24 operasional haji 1447 H/2026 M, pemerintah mencatat pergerakan jemaah Indonesia terus meningkat.

Sebanyak 395 kelompok terbang dengan total 152.724 jemaah dan 1.577 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah itu, 136.422 jemaah sudah tiba di Makkah setelah bergerak bertahap dari Madinah.

Sementara itu, kedatangan gelombang kedua melalui Bandara Jeddah juga terus berlangsung. Lebih dari 45 ribu jemaah tercatat sudah tiba melalui jalur tersebut.

Baca juga: Jejak Spiritual Haji, dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina

Jumlah besar itu membuat fase puncak haji tahun ini diperkirakan kembali menghadapi tantangan mobilitas dan kepadatan seperti musim-musim sebelumnya.

Karena itu, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai mempercepat pematangan layanan Armuzna, mulai dari kesiapan tenda, konsumsi, hingga transportasi bus Masyair.

Menurut Maria, kesiapan tenda di Arafah kini telah mencapai sekitar 90 persen.

Cuaca Panas Jadi Ancaman

Selain kepadatan, cuaca panas masih menjadi ancaman utama bagi kesehatan jemaah.

Suhu siang hari di Arab Saudi bisa memicu dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan kesehatan serius, terutama bagi jemaah lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Karena itu, pemerintah mulai meminta jemaah membatasi aktivitas luar ruangan, terutama pada siang hari.

Jemaah juga diminta memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, dan memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.

Baca juga: Arafah, Titik Puncak Haji yang Tak Boleh Dilewatkan

Penggunaan alat pelindung sederhana seperti payung, masker, dan alas kaki juga mulai ditekankan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat panas ekstrem.

Bagi jemaah lansia, disabilitas, dan kelompok risiko tinggi, koordinasi dengan petugas kesehatan diminta dilakukan lebih intensif.

Petugas kesehatan haji Indonesia saat ini terus melakukan pemantauan langsung di hotel, sektor, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), hingga fasilitas kesehatan rujukan di Arab Saudi.

Haji Kini Makin Bergantung pada Manajemen Fisik

Penyelenggaraan haji modern kini tidak lagi hanya bertumpu pada aspek ritual dan logistik. Manajemen stamina jemaah mulai menjadi bagian penting dari strategi pelayanan haji.

Dalam beberapa tahun terakhir, otoritas haji di berbagai negara mulai memberi perhatian lebih besar pada mitigasi cuaca panas, pengaturan mobilitas, hingga edukasi kesehatan preventif.

Baca juga: Tak Hanya Doa, Ibadah Haji Menuntut Fisik yang Tangguh

Armuzna sendiri menjadi fase yang paling menentukan karena melibatkan jutaan orang bergerak hampir bersamaan dalam area terbatas.

Itulah sebabnya, imbauan “hemat tenaga” kini mulai menjadi pesan utama pemerintah kepada jemaah Indonesia menjelang puncak ibadah haji tahun ini. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *