Selamat Idul Adha, Ternyata Banyak Orang Masih Salah Mengolah Daging Kurban

Warga mengolah daging kurban di dapur rumah saat Hari Raya Idul Adha. Cara penyimpanan dan pengolahan yang tepat membantu mengurangi aroma prengus pada daging. Foto: ShotPot/ Pexels.

JAKARTA, mulamula.idHari ini aroma sate, gulai, dan tongseng akan mulai memenuhi banyak rumah. Idul Adha memang selalu punya cara sendiri menghadirkan kehangatan lewat dapur dan meja makan keluarga.

Tapi di tengah tradisi itu, banyak orang ternyata masih melakukan kesalahan kecil saat mengolah daging kurban. Akibatnya, aroma prengus tetap terasa, tekstur daging menjadi alot, bahkan bumbu sulit meresap sempurna.

Padahal, cara menyimpan dan mengolah daging sejak awal sangat menentukan rasa akhirnya. Kesalahan sederhana seperti langsung mencuci daging atau memasaknya terlalu cepat justru sering membuat aroma khas daging menjadi semakin menyengat.

Karena itu, memahami cara mengolah daging kurban dengan benar bisa membuat hidangan Idul Adha terasa lebih nikmat saat disantap bersama keluarga.

Jangan Langsung Dicuci

Banyak orang langsung mencuci daging kurban setelah diterima karena ingin terlihat lebih bersih. Padahal, kebiasaan ini justru bisa membuat aroma amis semakin kuat jika daging tidak segera dikeringkan dengan benar.

Air yang menempel pada permukaan daging juga bisa mempercepat pertumbuhan bakteri saat penyimpanan. Karena itu, daging sebaiknya langsung dipotong sesuai porsi lalu disimpan dalam wadah tertutup atau plastik kedap udara.

Baca juga: Rahasia Kelezatan Kuah Beulangong: Warisan Kuliner Aceh yang Mendunia

Jika memang ingin dicuci, lakukan tepat sebelum dimasak. Cara ini membantu menjaga aroma daging tetap segar dan tidak terlalu menyengat saat diolah.

Lemak Jadi Penyebab

Bau prengus pada daging sapi atau kambing sering berasal dari lemak dan selaput putih yang masih menempel. Saat terkena panas, bagian ini bisa mengeluarkan aroma yang cukup tajam.

Karena itu, penting membersihkan lemak berlebih, urat tebal, atau bagian yang terlalu berminyak sebelum memasak. Selain membantu mengurangi bau, langkah ini juga membuat rasa masakan menjadi lebih ringan dan tidak terlalu enek.

Daging pun akan lebih mudah menyerap bumbu.

Daging segar dan rempah-rempah menjadi kunci penting dalam menghasilkan olahan kurban yang lebih empuk dan minim bau menyengat. Foto: Christina Voinova / Pexels.
Gunakan Bahan Asam

Banyak orang memanfaatkan jeruk nipis, lemon, nanas, atau cuka untuk membantu mengurangi aroma amis pada daging. Kandungan asam dari bahan-bahan ini cukup efektif menetralisir bau sekaligus membuat permukaan daging terasa lebih segar.

Baca juga: Rawon, Kelezatan Indonesia yang Memikat Selera Dunia

Caranya cukup lumuri daging dengan perasan jeruk atau sedikit cuka, lalu diamkan sekitar 15 hingga 30 menit. Setelah itu, bilas seperlunya sebelum dimarinasi dengan bumbu lain.

Namun, jangan terlalu lama merendam daging dalam bahan asam karena teksturnya bisa menjadi terlalu lembek.

Rempah Membuat Aroma Lebih Hangat

Indonesia memiliki banyak rempah yang ampuh membantu mengurangi bau daging. Jahe, kunyit, bawang putih, serai, ketumbar, hingga daun salam bukan hanya memperkaya rasa, tetapi juga membantu menutupi aroma prengus.

Semakin lama proses marinasi dilakukan, biasanya aroma daging akan semakin baik dan bumbu lebih meresap. Jika memiliki waktu lebih, simpan daging yang sudah dibumbui di dalam kulkas selama beberapa jam sebelum dimasak.

Teknik Masak Menentukan

Cara memasak juga sangat menentukan hasil akhirnya. Salah satu teknik yang sering digunakan adalah blanching atau merebus daging sebentar selama lima hingga 10 menit lalu membuang air rebusannya.

Setelah itu, daging direbus kembali menggunakan air baru dan rempah-rempah. Teknik ini membantu menghasilkan kuah yang lebih segar dan mengurangi aroma menyengat.

Memasak dengan api sedang juga membuat tekstur daging lebih empuk sekaligus memberi waktu bagi bumbu dan rempah menyatu sempurna.

Baca juga: Mengapa Kuliner Aceh Bercitarasa Arab dan India?

Pada akhirnya, Idul Adha bukan hanya soal membagikan daging kurban, tetapi juga tentang bagaimana momen itu diolah menjadi kehangatan di rumah.

Dan kadang, aroma masakan yang paling diingat bukan berasal dari resep mahal, melainkan dari cara sederhana keluarga menikmatinya bersama. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *