Pemimpin yang Baik Mau Bertanya

Pemimpin yang baik tidak memonopoli jawaban, tapi membuka ruang untuk berpikir bersama. Foto: Fauxels/ Pexels.

ADA tekanan tidak tertulis dalam kepemimpinan, pemimpin harus selalu punya jawaban. Padahal, dalam banyak situasi, keberanian untuk bertanya justru menunjukkan kematangan.

Banyak pemimpin merasa tidak boleh terlihat ragu. Akibatnya, jawaban dipaksakan terlalu cepat, meski situasi belum benar-benar dipahami.

Memaksakan jawaban cepat bisa membuat pemimpin terlihat tegas. Tapi belum tentu membawa tim lebih dekat pada realitas.

Di banyak situasi, kepedulian hadir dalam bentuk yang sederhana, mau bertanya. Mau membuka ruang bagi orang lain untuk berpikir bersama.

Baca juga: Tidak Semua Keputusan Cepat Itu Tepat

Pertanyaan yang tepat sering lebih berarti daripada jawaban cepat. Pertanyaan membuka ruang untuk mendengar, memahami, lalu menemukan arah bersama.

Kepemimpinan bukan soal memonopoli jawaban. Tapi, cukup peduli untuk mengajak orang lain berpikir bersama.

Pendekatan kepemimpinan seperti ini tidak hanya bisa dipahami, tapi juga dilatih.
Amai Leadership mengembangkan berbagai program pembelajaran yang berfokus pada seni memimpin dengan kepedulian, membangun empati, ketangguhan, dan kepekaan dalam mengambil keputusan. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui tautan berikut: https://amaileadership.com/

Rubrik ini merupakan kolaborasi mulamula.id dengan Amai Leadership.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *