AI Bisa Mengerjakan Banyak Hal, Buat Apa Kuliah?

AI mengubah cara mahasiswa mencari informasi, menyusun tugas, dan memahami materi kuliah. Namun, ketika jawaban semakin mudah diperoleh, kemampuan berpikir kritis, menguji informasi, dan membangun argumen justru menjadi semakin penting. Foto: Ilustrasi/ Tima Miroshnichenko/ Pexels

AI kini bisa menulis, merangkum bacaan, membuat presentasi, membantu coding, bahkan mencari ide. Di tengah kemampuan itu, pertanyaan mahasiswa menjadi makin masuk akal. Kalau mesin bisa mengerjakan banyak hal, buat apa kuliah?

MAHASISWA baru memasuki kampus pada masa yang berbeda dari kakak-kakak mereka beberapa tahun lalu.

Tugas yang dulu membutuhkan berjam-jam mencari referensi dan menyusun tulisan kini bisa dibantu kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam hitungan menit.

Chatbot dapat menjelaskan teori. AI bisa merangkum jurnal, membuat kerangka tulisan, menerjemahkan bahasa, membantu coding hingga menyusun slide presentasi.

Lalu apa yang tersisa untuk dipelajari manusia?

Pertanyaan itu pula yang belakangan muncul dalam pesan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie kepada mahasiswa baru.

Saat berbicara di hadapan mahasiswa baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), 5 Agustus 2026, Stella meminta mahasiswa tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi membangun kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi perubahan akibat AI.

Pesannya kembali ditegaskan pertengahan Agustus. Menurut Stella, kemajuan AI justru membuat perguruan tinggi harus semakin kuat sebagai tempat manusia menciptakan dan mengembangkan pengetahuan.

Bukan Lagi Siapa Paling Cepat Mengerjakan

Di sinilah nilai kuliah mulai bergeser.

Kalau AI bisa membantu membuat ringkasan, mahasiswa tidak cukup dinilai dari kemampuannya merangkum.

Kalau AI bisa menghasilkan tulisan, kemampuan yang lebih penting adalah mengetahui apakah tulisan itu benar.

Kalau AI bisa menawarkan jawaban, manusia tetap harus mampu menentukan apakah pertanyaannya tepat.

Baca juga: Belajar AI Bukan Lagi Hanya untuk Anak Teknik

Artinya, keterampilan bernilai tinggi bergerak dari sekadar mengerjakan menuju menilai, mempertanyakan, menguji, dan menciptakan.

Stella sebelumnya juga mengingatkan mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang bahwa perubahan akibat AI sudah memasuki dunia kerja. Karena itu, lulusan perguruan tinggi memerlukan kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, dan menciptakan nilai tambah yang tidak mudah direplikasi teknologi.

Gelar Saja Juga Tidak Cukup

Tantangannya bukan hanya AI.

Pasar kerja sendiri tidak otomatis menyediakan tempat bagi setiap orang yang memegang ijazah.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan universitas pada 2025 mencapai 5,39 persen.

Kemdiktisaintek juga mengakui masih terdapat ketidaksesuaian antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri. Pemerintah mendorong kolaborasi kampus dengan dunia usaha serta program studi yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Baca juga: Baru Mau Kerja, AI Sudah Mengubah Syaratnya

Jadi, kuliah empat tahun lalu hanya mengejar gelar tentu menjadi taruhan yang semakin mahal.

Namun kesimpulannya juga bukan bahwa kuliah kehilangan guna.

Justru sebaliknya.

Ketika informasi semakin murah dan jawaban semakin mudah diperoleh, kemampuan memahami mengapa sebuah jawaban benar atau salah menjadi lebih berharga.

Mahasiswa masih perlu belajar membaca data, membangun argumen, melakukan riset, berdiskusi dengan orang yang berbeda pandangan, bekerja dalam tim, dan mempertanggungjawabkan keputusan.

Baca juga: AI Belum Tentu Mengambil Kerjamu, tapi Bisa Mengubah Nilaimu

AI dapat menjadi alat di dalam proses itu.

Tetapi kalau mahasiswa menyerahkan seluruh proses berpikir kepada AI, teknologi yang seharusnya membuat belajar lebih cepat justru bisa membuat kuliah kehilangan bagian terpentingnya.

Karena di era AI, mungkin pertanyaan utamanya bukan lagi:

“Apa yang bisa dikerjakan AI untuk saya?”

Melainkan:

“Apa yang tetap harus bisa saya lakukan ketika AI sudah bisa mengerjakan hampir semuanya?” ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *