Hutan Indonesia Simpan Ribuan Rahasia Tumbuhan yang Belum Dikenal

Riset biodiversitas terus dilakukan untuk menemukan spesies tumbuhan Indonesia yang belum dikenal secara ilmiah. Foto: Ilustrasi/ Alesia Gritsuk/ Pexels.

JAKARTA, mulamula.id Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan hayati terbesar di dunia. Namun di balik lebatnya hutan tropis dan beragam tanaman endemik, ternyata masih banyak spesies tumbuhan yang belum pernah dikenali secara ilmiah.

Itu sebabnya para peneliti masih terus masuk ke hutan, pegunungan, hingga wilayah terpencil untuk menemukan “identitas” baru flora Indonesia.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan, sepanjang 1967 hingga 2025, para peneliti berhasil menemukan 1.583 spesies baru di Indonesia. Sebanyak 712 di antaranya merupakan flora.

Sementara hanya dalam periode 2025 hingga awal 2026, BRIN bersama mitra riset kembali mendeskripsikan 29 spesies flora baru dari Indonesia.

Temuan-temuan itu diperkenalkan dalam agenda “BRIN Goes to Stakeholders and Society: Exposing New Species – Flora” di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Senin (25/5).

Kekayaan yang Belum Selesai Dipetakan

Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 30 ribu hingga 40 ribu jenis tumbuhan. Angka itu menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara megabiodiversitas terbesar di dunia.

Namun, banyak spesies masih belum terdokumentasi secara ilmiah.

Di saat yang sama, ancaman terhadap flora terus meningkat. Mulai dari perubahan iklim, kerusakan habitat, alih fungsi lahan, hingga eksploitasi sumber daya alam.

Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, mengatakan konservasi flora kini tidak hanya bicara soal menjaga hutan, tetapi juga menjaga pengetahuan tentang kehidupan itu sendiri.

Baca juga: Tanaman Kini Bisa ‘Dirancang’ untuk Produksi Energi Hijau

Menurutnya, Indonesia juga menghadapi persoalan lain yang jarang dibicarakan, yakni berkurangnya jumlah ahli taksonomi dan parataksonomi.

Padahal, bidang inilah yang bertugas mengenali, mengklasifikasi, dan mendokumentasikan spesies baru.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya konservasi flora Indonesia, memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam riset biodiversitas, serta mendorong minat generasi muda pada bidang taksonomi dan eksplorasi biodiversitas,” ujarnya.

Papua dan Kalimantan Masih Jadi “Gudang Rahasia”

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arief Satria, mengatakan Indonesia masih menyimpan banyak biodiversitas yang belum terungkap, terutama di wilayah Papua dan Kalimantan.

Dua kawasan itu selama ini dikenal memiliki ekosistem yang sangat kaya, tetapi sebagian wilayahnya masih minim penelitian ilmiah.

Arief menyebut banyak tanaman Indonesia memiliki potensi besar di masa depan.

Bukan hanya sebagai sumber pangan atau obat tradisional, tetapi juga mendukung teknologi modern dan agenda keberlanjutan.

Baca juga: Sensor Nano Ini Bisa Bongkar Pangan Palsu dan Polusi Lebih Cepat

Beberapa tanaman bahkan dinilai mampu membantu penyerapan karbon dan mendukung teknologi pertambangan ramah lingkungan melalui pendekatan fitomining.

Fitomining adalah metode memanfaatkan tanaman tertentu untuk menyerap logam dari tanah, sehingga dinilai lebih ramah lingkungan dibanding teknik tambang konvensional.

Indonesia sendiri disebut memiliki sekitar 9.600 tanaman berpotensi obat. Namun baru sebagian kecil yang berkembang menjadi obat modern berbasis riset.

Bukan Sekadar Menemukan Tanaman Baru

Penemuan spesies baru sebenarnya bukan hanya soal memberi nama pada tumbuhan.

Di balik itu ada upaya memetakan kekayaan alam Indonesia sebelum hilang akibat perubahan lingkungan.

Ada pula misi menjaga pengetahuan lokal, membuka peluang inovasi kesehatan, hingga memahami potensi ekonomi hijau di masa depan.

BRIN kini terus melakukan ekspedisi biodiversitas untuk mendokumentasikan kekayaan hayati Indonesia sekaligus memperkuat basis ilmu pengetahuan nasional.

“Alam tidak hanya penting untuk konservasi, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan,” kata Arief.

Baca juga: Dari Abu Sawit ke Energi Masa Depan

Bagi generasi muda, isu biodiversitas mungkin terdengar jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, masa depan obat, pangan, teknologi hijau, bahkan kualitas lingkungan hidup bisa sangat bergantung pada spesies yang hari ini belum kita kenal.

Dan bisa jadi, sebagian jawabannya masih tersembunyi di hutan Indonesia. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *