Metasurface, Teknologi Tipis yang Bisa Baca Gelombang Radio

Ilustrasi teknologi metasurface yang digunakan untuk membaca gelombang elektromagnetik dan mendukung komunikasi nirkabel masa depan. Foto: Ilustrasi/ AI-generated/ Mulamula.id.

BANDUNG, mulamula.id – Gelombang radio ada di sekitar kita. Bekerja di balik WiFi, ponsel, radar, satelit, hingga sistem komunikasi nirkabel. Tapi, membaca arah, pola, dan kekuatannya tidak selalu mudah.

Selama ini, pengukuran medan elektromagnetik banyak mengandalkan alat pemindai mekanis. Prosesnya bisa lama. Dalam beberapa kasus, alat yang dipakai juga dapat mengganggu medan yang sedang diukur.

Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mulai mengkaji teknologi metasurface sebagai salah satu jalan baru. Teknologi ini dipandang penting untuk mendukung sistem komunikasi nirkabel generasi mendatang.

Metasurface adalah permukaan buatan yang sangat tipis dan dirancang untuk mengatur, membaca, atau memanipulasi gelombang elektromagnetik. Dalam konteks riset BRIN, teknologi ini dipakai untuk memvisualisasikan distribusi medan elektromagnetik dan pencitraan frekuensi radio secara dua dimensi.

Cara Baru Baca Sinyal

Kepala Pusat Riset Elektronika BRIN, Yusuf Nur Wijayanto, menjelaskan sensor berbasis metasurface dapat menangkap informasi medan elektromagnetik secara real-time. Teknologi ini bekerja tanpa perlu pergerakan mekanis seperti metode konvensional.

Artinya, proses pembacaan gelombang bisa menjadi lebih cepat, ringkas, dan efisien.

Baca juga: AI Mulai Merancang AI, Manusia Jadi Apa?

Teknologi ini juga dapat membantu peneliti melihat bagaimana gelombang radio menyebar. Tidak hanya itu, sensor metasurface dapat membaca arah datang gelombang serta karakteristik polarisasinya.

Bagi pengguna biasa, istilah ini mungkin terdengar teknis. Namun, dampaknya bisa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Teknologi seperti ini dapat berkontribusi pada kualitas jaringan nirkabel, pengujian antena, hingga pengembangan perangkat komunikasi masa depan.

Dari Antena ke Pendidikan

Kajian ini dibahas dalam webinar SISTEM atau Sharing Ilmiah Sains dan Teknologi Elektronika serta Manfaatnya Volume 2. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Metasurface-Based Techniques for Electromagnetic Field Measurement and RF Imaging”.

Webinar menghadirkan dua narasumber. Mereka adalah Satoshi Yagitani dari Kanazawa University, Jepang, dan Erik Madyo Putro dari Pusat Riset Elektronika BRIN.

Baca juga: Piala Dunia 2026: Ketika Bola Mulai Punya Otak

Satoshi membahas perkembangan sensor metasurface yang mampu memvisualisasikan distribusi medan elektromagnetik secara dua dimensi dan hampir real-time. Teknologi ini berpeluang digunakan untuk diagnostik interferensi elektromagnetik, karakterisasi antena, serta pendidikan.

Dalam dunia pendidikan, visualisasi ini penting. Fenomena elektromagnetik yang biasanya abstrak bisa dibuat lebih mudah dipahami. Siswa, mahasiswa, dan peneliti dapat melihat pola gelombang secara lebih intuitif.

Jaringan Masa Depan

Sementara itu, Erik Madyo Putro memaparkan pengembangan sensor metasurface berbasis antena patch. Sensor ini dirancang lebih sederhana dan kompak untuk pencitraan medan frekuensi radio.

Arah pengembangan ini relevan dengan kebutuhan dunia digital. Komunikasi nirkabel terus berkembang. Perangkat makin banyak. Ruang frekuensi makin padat. Gangguan sinyal juga menjadi tantangan yang harus dibaca lebih akurat.

Di titik ini, metasurface dapat menjadi alat penting. Teknologi tersebut dapat membantu pengujian kompatibilitas elektromagnetik, analisis antena, dan optimalisasi sistem komunikasi.

Baca juga: Riset BRIN Buka Jalan Baru Terapi Kanker Berbasis Nuklir

BRIN berharap kajian ini membuka ruang kolaborasi riset. Bukan hanya untuk memperkuat ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong inovasi sensor yang lebih praktis.

Bagi Indonesia, riset seperti ini penting. Masa depan konektivitas tidak hanya ditentukan oleh jaringan yang cepat. Tapi juga oleh kemampuan membaca, menguji, dan mengelola gelombang yang membuat dunia digital tetap tersambung. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *